Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang memiliki
sejuta kreativitas, inovasi, serta visi dan misi yang jelas ditunjang dengan
pengalaman untuk menemukan solusi dalam menghadapi permasalahan yang muncul
selama mereka menempuh studinya di kampus. Oleh karena itu, mahasiswa biasanya
memiliki tingkat kemandirian yang baik serta kemampuan manajemen yang handal
sehingga mampu menumbuhkan pribadi yang mandiri. Pribadi mandiri adalah pribadi
yang berani, mau belajar, dan mau berlatih berdasarkan pengalaman hidupnya. Ia
melihat, mencoba, dan merasakan sendiri hal-hal tertentu yang memang seharusnya
sudah dilakukan,
misalnya:
·
Seorang mahasiswa dengan kesadaran sendiri mau belajar
sesuai dengan jadwal yang ia tetapkan sendiri.
·
Seorang mahasiswa dengan kemauan sendiri berlatih
suatu ketrampilan tertentu, seperti olahraga, musik, tari, teknologi.
·
Seorang mahasiswa yang tidak mau terlalu banyak
bergantung kepada bantuan orang lain.
Mahasiswa mandiri bisa dikategorikan ke dalam dua
bagian, pertama mahasiswa yang mandiri secara kepribadian dan yang selanjutnya
adalah mahasiswa yang mandiri dari segi materi.
Keduanya jelas memiliki
definisi berbeda, namun kedua sifat mandiri ini bisa dimiliki oleh seorang
mahasiswa. Ketiga contoh mahasiswa mandiri di atas merupakan mahasiswa mandiri
dari segi kepribadiannya, bukan mandiri dari segi materi. Akan tetapi mahasiswa
yang memiliki kemandirian seperti yang telah disebutkan, mereka tidak akan
kesulitan untuk menjadi mahasiswa yang mandiri dari segi materi.
Pribadi mandiri dalam figur seorang mahasiswa
sangatlah didambakan dan dibanggakan, baik oleh keluarganya dan teman2 yang
berada di sekitarnya. Mahasiswa yang mandiri sangat erat kaitannya dengan
mahasiwa yang memiliki sifat kedewasaan, karena sifat kedewasaan inilah yang
menuntun mahasiswa untuk lebih bersikap mandiri dalam hidupnya.
Ciri mahasiswa mandiri adalah mahasiswa yang memiliki
kemampuan untuk mandiri dan bertanggung jawab di tengah arus besar tuntutan
kebebasan. Seperti mengutip ungkapan yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, beliau menyatakan “Yang bisa
membedakaan mahasiswa dan siswa adalah kedewasaan. Mereka (mahasiswa) harus
memegang dua hal substansial, yakni tanggung jawab dan kemandirian.”
Menjadi mahasiswa mandiri dan dewasa membutuhkan
sebuah proses pendewasaan yang matang serta dibutuhkan analytical cases
yang dalam. Orang yang sudah dewasa memiliki banyak kelebihan daripada seorang
yang masih labil dari jati dirinya sendiri atau masih mencari jati dirinya.
Orang dewasa tidak hanya dapat dilihat dari segi umur dan pengalaman hidupnya,
karena orang yang berumur bukan berarti orang yang dewasa. Seperti sebuah
istilah yang menyatakan “menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah
pilihan.” Jadi, seseorang yang memiliki umur lebih tua belum bisa di judge
sebagai seorang yang memiliki kedewasaan.
Bagi para mahasiswa menjadi dewasa bukan hanya sebuah
pilihan tetapi merupakan sebuah keharusan untuk hidup lebih baik dari sebelumya
dan bisa menjadi lebih mandiri baik mandiri secara pribadi maupun mandiri
secara materi. Seorang mahasiswa yang mandiri dan dewasa dapat diketahui
memiliki beberapa karakteristik, seperti disebutkan dalam sebuah akronim.
Seorang yang dewasa biasanya memiliki sikap 3R (Reliable, Responsible,
Reasonable). Reliable yang dalam bahasa Indonesia berarti “dapat
diandalkan”, tentunya sikap ini harus dimiliki oleh seorang mahasiswa yang
dewasa dan mandiri. Karena mereka terkadang menjadi tumpuan teman2 atau orang2
yang ada di sekitarnya. Yang kedua adalah Responsible yang berarti orang
yang selalu bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat serta siap menanggung
resiko apapun yang harus dihadapi. Terakhir sikap yang harus dimiliki mahasiswa
adalah Reasonable yang berarti beralasan, karena setiap apapun yang
dilakukannya haruslah dilandasi dengan dasar pemikiran dan tujuan yang jelas.
Selain memiliki sikap 3R, mahasiswa mandiri dan dewasa
juga harus memiliki sifat-sifat positif seperti di bawah ini:
Sense of Reality and emotional stability
·
Mampu menghadapi tantangan dengan baik meskipun gagal
tetapi tidak pernah menyerah dan menganggap semua rintangan sebagai sebuah
tantangan yang harus ditempuh sebagai sebuah proses dalam mencapai kesuksesan.
·
Mampu bersyukur dimasa-masa sulit, biasanya orang yang
masih labil akan sulit bersyukur dimasa-masa sulit yang ada malah memberontak
dan tak mampu mensyukuri apa yang mereka miliki.
·
Dapat menentukan keputusan dan berpikir bijak dalam
keadaan kepepet.
·
Dapat mengontrol amarah saat ada sesuatu yang
menyakitkan hati serta memiliki toleransi dan optimistis tinggi.
·
Berpikir seribu kali sebelum melakukan satu kegiatan
serta tidak gegabah dan selalu berpikir matang sebelum bertindak.
·
Memiliki prinsip hidup yang kuat dan mampu menutupi
kekurangan dengan kelebihan yang ia miliki.
·
Memiliki solidaritas yang tinggi terhadap teman2 dan
orang2 yang membutuhkan.
·
Menjadi mahasiswa tak lengkap rasanya kalau kita tidak
mampu menyelesaikan sebuah masalah sendiri atau masih menggantungkan hidup
kepada orang2 di sekitar tanpa adanya sebuah perubahan yang signifikan pada
diri pribadi teman2. So, mulai dari sekarang mari kita rubah paradigma “tidak
bisa” dengan “pasti bisa”. Mulailah berpegang dan yakin pada pendirian sendiri
dan munculkan sikap serta naluri idealisme, berprinsip, dan berkarakter.
Sehingga semua itu mampu memunculkan sikap mahasiswa yang dewasa dan mandiri.

No comments:
Post a Comment